Heboh Penemuan 5 Mayat di Kampus Unpri Medan, Apa Itu Kadaver?

heboh-penemuan-5-mayat-di-kampus-unpri-medan-apa-itu-kadaver

Ilustrasi mayat. Heboh penemuan 5 mayat di Unpri Medan dimana pihak kampus menyebut mayat yang terdiri 4 jenis kelamin pria dan 1 perempuan adalah kadaver. (Sumber: Net/Google)

Penulis : Rizky L Pratama | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV – Masyarakat dihebohkan dengan penemuan 5 mayat di Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan, Sumatra Utara, yang terendam di dalam bak air.

Setelah video yang memperlihatkan mayat di dalam bak tersebut viral, pihak Unpri menjelaskan bahwa mayat-mayat tersebut merupakan kadaver yang digunakan untuk praktikum anatomi mahasiswa kedokteran.

“Di dalam laboratorium anatomi salah satu media belajarnya adalah cadaver yaitu tubuh manusia yang diawetkan,” kata Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpri, Susanto, dikutip dari tayangan KompasTV,Rabu (13/12/2023).

“Di laboratorium anatomi fakultas kedokteran Unpri terdapat lima cadaver, 1 perempuan dan 4 laki-laki,” terangnya.

Susanto menambahkan, keberadaan cadaver di Unpri Medan berguna untuk menunjang proses belajar dan mengajar di laboratorium anatomi atau ilmu urai.

“Kami sangat yakin di setiap fakultas kedokteran di Indonesia memiliki cadaver sebagai media pembelajaran dan peraturan tentang cadaver telah diatur oleh undang-undang,” jelasnya.

Lantas, apa itu kadaver?

Kadaver dan Undang-Undangnya di Indonesia

Secara bahasa, menurut KBBI, kadaver adalah mayat manusia yang diawetkan.

Sementara menurutĀ RxList, dalam kamus medis, kadaver adalah mayat manusia yang dapat digunakan oleh dokter dan ilmuwan lain untuk mempelajari anatomi, mengidentifikasi lokasi penyakit, menentukan penyebab kematian, dan menyediakan jaringan untuk memperbaiki cacat pada https://zorozuno.com/ manusia yang hidup.

Siswa di sekolah kedokteran mempelajari dan membedah mayat sebagai bagian dari pendidikan mereka.

Di Indonesia penggunaan kadaver untuk ilmu pengetahuan diatur pada Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*