Mengenal Istilah Social Battery, Tingkat Energi Seseorang untuk Bersosialisasi

mengenal-istilah-social-battery-tingkat-energi-seseorang-untuk-bersosialisasi

Ilustrasi. Social battery atau dalam bahasa Indonesia adalah baterai sosial, mengacu pada jumlah energi yang dimiliki seseorang untuk melakukan interaksi sosial. (Sumber: Drazen Zigic on Freepik)

Penulis : Almarani Anantar | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV – Interaksi sosial bisa menjadi pemicu energi bagi sebagian orang, terutama yang memiliki kepribadian ekstrover. Namun bagi mereka dengan kepribadian introver, tingkat interaksi sosial yang sama, justru bisa menguras energi.

Penting untuk diketahui, batas energi setiap orang berbeda-beda. Konsep ini sering disebut sebagai social battery atau dalam bahasa Indonesia, adalah baterai sosial.

Social battery mengacu pada jumlah energi yang dimiliki seseorang untuk melakukan interaksi sosial.

Mengutip laman Medical News Todaysocial battery merupakan konsep yang membantu individu untuk menjelaskan bagaimana interaksi sosial memengaruhi tingkat energi mereka.

Besarnya social battery dan aktivitas untuk mengisi ulang energi tersebut, bervariasi pada setiap individu. Contohnya, ekstrover cenderung mendapatkan energi dari interaksi sosial.

Oleh karena itu, ketika mereka merasa energi mereka hampir habis, mereka dengan sesegera mungkin memilih untuk menghabiskan waktu dengan orang lain untuk mengisi ulang energi mereka.

Sebaliknya, introver mengeluarkan energi selama interaksi sosial dan biasanya mereka perlu mengisi ulang energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian.

Hal ini juga berlaku untuk individu seperti mereka yang berada dalam spektrum autisme atau menghadapi kecemasan sosial.

Penting untuk dicatat, social battery bukanlah konsep medis, tetapi lebih sebagai cara populer dan praktis bagi individu untuk menjelaskan kepada orang lain mengenai bagaimana aktivitas sosial memengaruhi mereka. 

Baca Juga: 8 Tips Menjalin Pertemanan dengan Introver agar Mereka Akrab Denganmu

Social battery yang kecil atau cepat habis menandakan seseorang memiliki energi yang lebih sedikit secara keseluruhan untuk bersosialisasi.

Hal ini mungkin disebabkan oleh perasaan bahwa bersosialisasi membuat mereka lelah, stres, atau terlalu stimulatif.

Sama seperti baterai pada umumnya, seseorang dengan social battery yang kecil dan cepat habis, perlu mengisi ulang energi mereka lebih sering.

Sebaliknya, social battery yang besar atau tahan lama menunjukkan seseorang memiliki banyak energi untuk bersosialisasi.

Mungkin butuh waktu lama bagi mereka untuk merasa lelah, sehingga mereka tidak perlu mengisi ulang energi begitu sering. Bahkan, mereka mungkin mendapatkan energi dari bersosialisasi.

Banyak hal dapat memengaruhi seberapa lama social battery seseorang dapat bertahan, di antaranya;

  1. Kepribadian: Setiap individu memiliki toleransi sosial yang berbeda berdasarkan kepribadian mereka.
  2. Tipe interaksi sosial: Interaksi https://kebayangkali.com sosial yang berbeda-beda dapat memiliki dampak yang beragam pada tingkat energi seseorang.
  3. Kualitas atau kemudahan interaksi: Kualitas dan kenyamanan dalam interaksi sosial dapat memengaruhi sejauh mana seseorang dapat bertahan.
  4. Stresor eksternal: Faktor-faktor stres dari lingkungan luar, seperti kebisingan atau ketidakpastian, juga dapat mempengaruhi social battery.
  5. Stresor internal: Faktor-faktor stres internal, seperti kecemasan, juga dapat berperan dalam menguras energi sosial seseorang.

Fakto-Faktor yang Menguras Social Battery

Ada beberapa faktor yang dapat menguras social battery seseorang, dan sejauh mana energi seseorang terkuras bergantung pada kepribadiannya dan cara mereka menjalani interaksi sosial. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*